Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Syarat Sah Puasa Dan Hal Hal Yang Dapat Membatalkan Puasa

Syarat Sah Puasa Dan Hal Hal Yang Dapat Membatalkan Puasa - hostze.net
Syarat Sah Puasa Dan Hal Hal Yang Dapat Membatalkan Puasa

 

Syarat Sah Puasa Dan Hal Hal Yang Dapat Membatalkan Puasa - Syarat sah Puasa Ramadhan wajib diketahui Muslim agar ibadah yang dijalankan selama sebulan penuh nanti tidak sia-sia. Puasa Ramadhan merupakan kewajiban tiap Muslim yang sudah balig, berakal dan sehat. Ibadah puasa dikerjakan selama satu bulan penuh, selama kurun waktu tersebut umat muslim tidak hanya diminta untuk menahan lapar dan dahaga saja. Mulai dari fajar hingga adzan magrib tiba, umat muslim juga diwajibkan untuk menahan hawa nafsu.

Selain itu, ibadah puasa tak hanya membatasi makan, minum, dan mengontrol hawa nafsu saja. Tetapi juga untuk mendapatkan keutamaan dari ibadah puasa itu sendiri. Namun, untuk mendapatkannya umat muslim harus mengetahui lagi syarat sah dan wajib yang harus dipenuhi.

Hal itu dilakukan agar ibadah puasa yang dijalankan selama satu bulan penuh mendaoatkan berkah bagi yang menjalankan. Mengingat ibadah puasa merupakan perintah wajib yang sudah diterangkan dalam Al quran ayat 183 Surat Al Baqarah, maka keimanan pada Allah harus terus diutamakan.



Syarat Wajib Puasa :

1. Beragama islam

syarat pertama seseorang itu diwajibkan menjalankan ibadah puasa, khususnya puasa Ramadhan, yaitu ia seorang muslim atau muslimah.

2. Baligh

Syarat yang kedua seseorang itu berkewajiban menjalankan ibadah puasa Ramadhan, yaitu ia sudah baligh, dengan ketentuan ia pernah keluar mani dari kemaluannya baik dalam keadaan tidur atau terjaga, dan khusus bagi perempuan sudah keluar haid. Dan syarat keluar mani dan haid pada batas usia minimal 9 tahun. Dan bagi yang belum keluar mani dan haid, maka batas minimal ia dikatakan baligh pada usia 15 tahun dari usia kelahirannya. Syarat ketentuan baligh ini menegaskan bahwa ibadah puasa Ramadhan tidak diwajibkan bagi seorang anak yang belum memenuhi ciri-ciri kebalighan yang telah disebutkan di atas.

3. Berakal sehat

Syarat yang ketiga bagi seorang muslim dan baligh itu terkena kewajiban menjalankan ibadah puasa, apabila ia memiliki akal yang sempurna atau tidak gila, baik gila karena cacat mental atau gila disebabkan mabuk. Seseorang yang dalam keadaan tidak sadar karena mabuk atau cacat mental, maka tidak terkena hukum kewajiban menjalankan ibadah puasa, terkecuali orang yang mabuk dengan sengaja, maka ia diwajibkan menjalankan ibadah puasa di kemudian hari (mengganti di hari selain bulan Ramadhan alias qadha).

4. Mampu

Syarat keempat adalah kuat menjalankan ibadah puasa. Selain Islam, baligh, dan berakal, seseorang harus mampu dan kuat untuk menjalankan ibadah puasa. Apabila tidak mampu maka diwajibkan mengganti di bulan berikutnya atau membayar fidyah. Untuk keterangan lebih detailnya akan dijelaskan pada fasal selanjutnya yang insyaallah akan diterangkan pada pasal permasalahan-permasalahan yang berkenaan dengan ibadah puasa.

5. Suci dari haid dan nifas

Syarat yang satu ini berlaku bagi wanita. Ini menjadi syarat wajib dan sah berpuasa. Wanita yang sedang haid atau nifas boleh tidak berpuasa, namun wajib menggantinya di hari setelah bulan Ramadan.

6. Mengetahui awal bulan ramadhan

Puasa Ramadhan diwajibkan bagi muslim yang memenuhi persyaratan yang telah diuraikan di atas, apabila ada salah satu orang terpercaya (adil) yang mengetahui awal bulan Ramadhan dengan cara melihat hilal secara langsung dengan mata biasa tanpa peralatan alat-alat bantu. Dan persaksian orang tersebut dapat dipercaya dengan terlebih dahulu diambil sumpah, maka muslim yang ada dalam satu wilayah dengannya berkewajiban menjalankan ibadah puasa. Dan apabila hilal tidak dapat dilihat karena tebalnya awan, maka untuk menentukan awal bulan Ramadlon dengan menyempurnakan hitungan tanggal bulan Sya’ban menjadi 30 hari.

Niat puasa Ramadan bisa batal karena sejumlah hal. Hal yang membatalkan puasa artinya perbuatan yang merusak nilai pahala puasa. Puasa Ramadan yang dilakukan bahkan tidak sah dan tidak akan mendapatkan pahala sedikit pun. Berikut hal yang membatalkan puasa :

Hal-Hal Yang Dapat Membatalkan Puasa

1. Makan dan minum dengan sengaja

Makan dan minum dengan sengaja adalah hal yang membatalkan puasa. Tapi kalau makan dan minum dalam keadaan lupa atau tidak sengaja, puasanya tidak batal. Dengan syarat langsung berhenti makan dan minum begitu ingat, dengan begitu bisa melanjutkan puasa.

2. Bersetubuh

Bersetubuh, berjima atau berhubungan suami istri di siang hari dalam keadaan puasa, maka batal puasa baginya. Kalau puasanya adalah puasa Ramadan, maka akan dihukum serta harus menjalankan kifarah 'udhma atau denda besar. Tapi kalau hubungan suami istri dilakukan pada malam hari (sudah berbuka) maka tidak akan merusak puasa.

3. Muntah dengan sengaja

Muntah yang sengaja di sini maksudnya dengan sadar dan sengaja mengeluarkan makanan atau minuman dari perut melalui mulut. Sedangkan kalau tidak sengaja muntah (sama sekali tak ada niatan untuk muntah), maka tidak membatalkan puasa.

4. Merokok

Merokok adalah salah satu hal yang membatalkan puasa. Walaupun tidak makan dan minum, merokok ini bisa membuatmu batal puasa. Asap rokok merupakan benda yang bisa masuk ke dalam lambung, kecuali mencium wangi-wangian.

5. Memasukkan zat yang dapat mengenyangkan ke dalam tubuh

Batal puasanya jika dengan sengaja memasukkan zat yang dapat mengenyangkan ke dalam tubuh kita, contohnya seperti suntik vitamin, suntik infus.

6. Haid dan nifas

Perempuan yang mengalami haid saat Ramadan dapat menggantinya dengan puasa sejumlah hari haid di luar bulan puasa. Hal yang sama berlaku untuk nifas, ketika perempuan mengeluarkan darah akibat proses melahirkan.

7. Hilang akal karena gila atau epilepsi

Sudah jelas bahwa orang gila atau menderita epilepsi tidak diwajibkan untuk puasa Ramadan. Jika seseorang memiliki gangguan kejiwaan secara tiba-tiba, dan sedang berpuasa, maka puasanya batal.

8. Mengeluarkan air mani dengan sengaja

Pria yang mengeluarkan air mani dengan sengaja (ejakulasi), puasanya bisa batal dan wajib untuk mengganti (qadha) puasanya.

9. Murtad

Seseorang yang tadinya muslim lalu murtad atau keluar dari Islam secara sadar dan sengaja, maka puasanya batal.

Demikianlah artikel yang berjudul tentang Syarat Sah Puasa Dan Hal Hal Yang Dapat Membatalkan Puasa semoga bermanfaat.